Aksi Demo Warga Terkait Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) Yang Diduga Tidak Penuhi Standar Warga Berharap Sosialisasi

tunjang, 21 Feb 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

CILACAP.

Puluhan warga dari perwakilan lima desa Cisumur,Bulusari, Gandrungmanis,Sidaurip, Bantarsari dari dua Kecamatan Gandrungmangu dan Kecamatan Bantarsari Kabupaten Cilacap, melakukan aksi demo dilokasi proyek, Rabu (19/02).

Warga menuntut adanya pembangunan proyek yang diduga dikerjakan dengan cara asal jadi. Pada orasinya warga membentangkan spanduk menuntut pihak Kejaksaan agar mengusut pihak pt pelaksana pekerjaan proyek yang diduga melakukan banyak penyimpangan.

Alasannya sebelum proyek dikerjakan tidak diadakannya sosialisasi kepada warga dan kecurigaan tersebut yang diduga syarat banyak penyimpangan.

Menurut Nurdawam, selaku koordinator aksi demo, bahwa," warga sendiri sudah menemukan bukti dari pengerjaan proyek yang dikerjakan dengan cara asal-asalan yakni berupa pembangunan pembuatan talud saluran air serta pengurugan jalan.

Proyek nasional jalur jalan lintas selatan (JJLS) yang menyerap anggaran mencapai miliaran rupiah berakibat bermasalah karena dalam pelaksanaan pekerjaan diduga tidak sesuai aturan melalui tahapan.

Sosialisasi yang harusnya ditempuh terhadap kami sebagai warga sebelum kegiatan proyek dimulai tidak dijalankan serta anggaran senilai Rp 60 juta yang diperuntukkan guna sosialisasi tidak ada," tegas Nurdawam.

Dari sejumlah warga mengeluhkan proses lambannya pekerjaan Proyek sehingga menyebabkan kegiatan perekonomian terganggu, karena satu-satunya akses jalan untuk lalu-lintas adalah jalan tersebut yang bisa dibilang merupakan jalan utama.

Suparno salah satu pedagang yang mangkal dipasar Cisumur, merasa penghasilan menurun tajam yang disebabkan oleh kondisi pekerjaan jalan.

Warga menuntut supaya pekerjaan proyek yang sedang berjalan dikaji ulang untuk dievaluasi kembali kemudian sosialisasi kepada warga. Warga mengancam bilamana tuntutan tidak terpenuhi maka mereka akan meminta pejabat berwenang untuk menindak lanjuti hingga ketingkat pengadilan.

Menanggapi hal itu, Sujiman selaku Pelaksana penanggung jawab tekhnis lapangan Pt Trie Mukty Pertama Putra, Menyampaikan,"bahwa," Pengamatan dilapangan sudah maksimal dalam pelaksanaan pekerjaan, terkait kondisi dilapangan bukan karena dalam kegiatan kami tidak sesuai speak ataupun bestek namun dipicu oleh kondisi cuaca alam intensitas hujan tinggi yang menyebabkan belum maksimalnya hasil akan tetapi semua masih dalam proses.

Terkait pelaksanaan pekerjaan tidak ada sosialisasi terhadap warga, Sujiman membantah semua dilakukan sudah sesuai aturan dan tahapan bahkan adanya tanda tangan warga terdampak proyek ada buktinya," Ungkap Sujiman.

Sementara itu Mulyadi Tanjung, yang merupakan Suplier menjelaskan, Semua persyaratan sudah ditempuh sesuai aturan yang ada tanah yang dikirim sesuai hasil uji LAB dan sudah ditentukan serta diminta pihak Trie Mukty maupun Istaka.

Semua dilakukan melalui perhitungan yang matang bahkan sebagai suplier kami sudah menjalankan semua prosedur yang mestinya harus ditaati dan dilakukan oleh Suplier," Jelas Mulyadi Tanjung.

Salah seorang warga yang terdampak proyek pembangunan jalur jalan lintas selatan (JJLS), "Delon," Menyampaikan, Memaklumi, Memahami dan menyadari dengan adanya kondisi jalan saat ini.

Dalam proses pengerjaan pembangunan sangatlah wajar pencapaian maksimal belum bisa dirasakan, warga setidaknya untuk bersabar semua adalah proses pembangunan yang pasti nanti juga akan membuahkan hasil yang lebih baik lagi," Ujarnya. (Tun/red).

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu