Gempa 6,9 SR Robohkan Pasar Desa Grugu Kecamatan Kawunganten Cilacap

INDONESIASATU.CO.ID:

CILACAP - Gempa yang terjadi jum'at 15/12/2017  berkekuatan 6,9 SR , Dengan kedalaman 105 km,Lokasi 8.03 Ls -108.04 Bt,Pusat gempa 42 Km Barat daya Tasikmalaya-Jabar,Pkl 23:47 wib,Mengakibatkan  pasar desa grugu roboh,Dampak dari gempa tersebut dapat di rasa hingga Jateng, Cilacap, Kebumen, Jogjakarta, Gempa Magnitudo terjadi akibat adanya aktifitas Subduksi lempeng Indo-Australia.

Dalam himbauan BMKG bahwa akan terjadi atau dapat berakibat Tsunami   oleh karena itu bagi Masyarakat yang posisi berada dekat dengan pantai diharap agar segera menjauh mancari tempat yang lebih aman ( Tinggi ) untuk menghindari segala hal kemungkinan sesuatu  yang sangat tidak diharapkan.Namun BMKG akhirnya mencabut kembali peringatan dini Tsunami Pkl. 02:27 wib dengan menyatakan situasi sudah aman.

Dampak dari gempa yang terjadi sebanyak 6 Los pasar desa Grugu luluh lantak rata dengan tanah.Saat Awak Media menemui Sodirin selaku Kepala Dusun ( Kadus ) Dusun Rawareja ,Mengatakan dalam musibah bencana Alam gempa Bumi yang terjadi Jum'at 15/12/2017 ,Pkl 23:47 wib telah merobohkan yakni Pasar desa Grugu serta merusak rumah warga data yang dapat dihimpun menyebutkan sebanyak 6 Los pasar, 20 rumah rusak akibat gempa yang terjadi diantaranya 6 rumah roboh rusak parah,untuk yang lainnya rusak ringan,Dalam musibah ini tidak ada korban jiwa.

Tanggap darurat Bencana dari pihak BPBD Kabupaten Cilacap patut di akui beserta Unsur TNI yakni Koramil Kawunganten serta Unsur Kepolisian yakni Polsek Kawunganten, Unsur Kecamatan, datang kelokasi meninjau tempat kejadian terjadinya musibah. Sodirin berharap pemerintah daerah segera membangun kembali pasar yang roboh demi untuk memulihkan roda perekonomian masyarakat, serta berharap pihak BPBD untuk secepatnya memberikan bantuan kepada warga masyarakat yang terkena musibah bencana.

Maryono (67), Kepala Pasar Desa Grugu membenarkan dengan adanya kejadian musibah tersebut  terkait robohnya pasar desa Grugu, menjelaskan bahwa disamping faktor bencana, sebagian Los pasar yang roboh juga disebabkan permasalahan konstruksi pasar yang dianggap sudah tidak memadai. Penyampaian Maryono selaku Kepala Pasar, diperkuat oleh Karmidi (54) Ketua BUMDES pengelola pasar desa Grugu sekarang ini mulai Agustus 2017. Karmidi menambahkan bahwa dari 6 Los pasar desa Grugu yang roboh akibat Gempa juga terdapat bangunan yang perlu direnovasi, melihat posisi robohnya bangunan yang dimulai dari selatan ke Utara. Bangunan yang  di sebelah selatan terdapat balok penyangga yang rapuh karena atap yang bocor, bangunan tersebut berasal dari Anggaran dana PNPM dahulu, beban atap yang berat (Genteng) juga tidak sesuai dengan kondisi konstruksi yang ada, sedangkan untuk Los sebelah Utara yang terkena imbas  ikut roboh termasuk bangunan masih baru. bangun Los pasar yang menggunakan Dana Bantuan Provinsi  pada akhirnya turut roboh juga.

Karmidi berharap dengan kejadian bencana alam gempa ini pemerintah daerah segera merevitalisasi pasar agar kelumpuhan perekonomian yang diakibatkan dengan tidak adanya Sarana dan Prasarana sebuah pasar dapat segera teratasi, karena pasar adalah salah satu bentuk nyata perputaran roda perekonomian di Kawunganten, Cilacap. ( Tunjang.D ).

Index Berita